Proses pilih Jasa Pengacara/Advokat (Perusahaan Konselor atau kantor hukum) sesuai kebutuhan hukumnya ialah hampir serupa dengan proses pilih Dokter, Akuntan, Notaris, Arsitek dan karyawan profesional yang lain. Pasti dengan menjamin profesionalisme dalam kerjanya, seorang Layanan Hal pemberian izin Pengacara/Advokat harus sanggup memberi servis yang terhebat untuk client, hingga client bisa memandang dan yakin akan kualitas kerja sang Pengacara/Advokat.

Tips Pilih Pengacara yang Manjur

Perlu kehati-hatian dan kecermatan client saat menentukan Layanan Hal pemberian izin dan tentukan Pengacara/Advokat untuk tangani kepentingan hukumnya. Supaya tidak salah saat menentukan layanan advokat terhebat, perlu dilakukan beberapa panduan berikut ini :

1. Yakinkan jika sang Pengacara/Advokat itu betul-betul adalah Pengacara/Advokat sah yang mempunyai ijin praktik yang berlaku, bukan advokat “gadungan” atau “Pokrol”.

2. Yakinkan jika sang Pengacara/Advokat mempunyai kualifikasi yang bagus di dalam sektor hukum itu.

3. Yakinkan jika sang Pengacara/Advokat tidak mempunyai perselisihan kebutuhan (conflict interest) dalam masalah yang diatasi.

4. Yakinkan jika sang Pengacara/Advokat tidak lakukan kongkalikong dengan faksi musuh atau Pengacara/Advokat faksi musuh.

5. Yakinkan jika sang Pengacara/Advokat itu mempunyai trek record yang bagus di dalam ke Pengacara/Advokatan(Perusahaan Konselor / Kantor Konselor), terhitung tersangkut norma, kepribadian dan kejujurnnya.

6. Yakinkan jika sang Pengacara/Advokat itu tak pernah terjebak dalam malpraktek hukum.
Yakinkan jika sang Pengacara/Advokat ialah tipe karyawan keras dan berdedikasi tinggi akan pekerjaannya dan betul bekerja untuk kebutuhan client-nya, bukan Pengacara/Advokat yang cuman pandai berbicara lalu meminta bayaran tapi tidak becus bela kebutuhan client-nya.

7. Bila anda sangsi akan kredibiltas seorang Pengacara/Advokat, mintakanlah fotocopy Ijin Praktik Pengacara yang berkaitan (warna merah) yang diedarkan oleh Komite Kerja Pengacara Indonesia (dalam kurun waktu dekat akan ditukar dengan diedarkan oleh PERADI), bukan kop suratnya, atau minta info mengenai sang Pengacara/Advokat itu lagsung ke federasi-asosiasi Pengacara/Advokat sah yang dianggap oleh undang-undang yakni : Ikatan Pengacara Indonesia (IKADIN), Federasi Pengacara Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Pengacara dan Advokat Indonesia (HAPI), Serikat Advokat Indonesia (SPI), Federasi Konselor Hukum Indonesia (AKHI), Himpunan Konselor Hukum Pasar Modal (HKHPM) dan Federasi Advokat Syariah Indonesia (APSI).

8. Jika, bila anda diberlakukan tidak sepantasnya oleh pelaku Pengacara/Advokata, karena itu anda bisa memberikan laporan yang berkaitan ke Dewan Kehormatan Karier Pengacara yang sudah diputuskan oleh Ikatan Pengacara Indonesia (IKADIN), Federasi Pengacara Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Pengacara dan Advokat Indonesia (HAPI), Serikat Advokat Indonesia (SPI), Federasi Konselor Hukum Indonesia (AKHI), dan Himpunan Konselor Hukum Pasar Modal (HKHPM).