Cuci tangan pakai sabun sangat penting baik di masa pandemi maupun setelah pandemi mereda. Masyarakat lebih sering mencuci tangan di masa pandemi, jadi memilih sabun untuk cuci tangan itu penting. Terutama yang memiliki kulit sensitif, mencuci tangan lebih sering dapat menyebabkan iritasi, karena sabun cuci tangan mengandung bahan yang dapat menyebabkan dermatitis.

Tips Memilih Sabun Tangan 

1. perhatikan Komposisi Produk

Sabun tangan yang tepat harus dipilih dengan hati-hati agar patogen dapat dihilangkan. Namun, ada begitu banyak produk sabun tangan di luar sana sehingga sulit untuk mengetahui mana yang harus dipilih. Sabun cuci tangan harus mengandung surfaktan untuk mengikat partikel seperti minyak, kotoran, bakteri dan virus sehingga air bilasan dapat menghilangkannya

baca juga komposisi produk sabun cuci tangan Anda dengan seksama. Jenis surfaktan yang biasa ditemukan pada produk sabun cuci tangan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS) atau Sodium Laureth Sulfate (SLES). Selain itu, beberapa produk sabun tangan juga memiliki fitur tambahan seperti sifat antimikroba. Produk semacam itu tidak hanya menghilangkan bakteri 

tetapi juga membunuhnya. Komponen antibakteri ini juga termasuk dalam formulasi produk dengan nama Triclosan (TCS) dan Triclocarban (TCC). Meskipun demikian, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan bahwa sabun tangan antibakteri khusus belum terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyakit lebih baik daripada sabun tangan biasa.

Faktanya, ada kekhawatiran tentang potensi negatif penggunaan sabun antibakteri dalam jangka panjang. Oleh karena itu, menggunakan sabun tangan biasa saja dapat mencegah virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Jadi pastikan bahwa sabun cuci tangan yang digunakan memiliki kualitas yang baik untuk menjaga kesehatan tangan dari bakteri dan virus

2. Perhatikan Kandungan Alergen

Beberapa orang mungkin mengalami ruam pada kulit tangan setelah menggunakan jenis sabun tangan tertentu.Salah satu penyebab ruam setelah menggunakan sabun tangan adalah alergi terhadap alergen dalam sabun. Contoh bahan sabun tangan yang mungkin menjadi alergen antara lain paraben, cocodiethanolamide, sodium lauryl sulfate (SLS), dan pewangi sabun.

3. Jangan Hanya Perhatikan Warna dan Aroma

Padahal, warna dan aroma yang ditambahkan pada sabun cuci tangan tidak memiliki fungsi penting selain menarik perhatian pembeli. Jangan biarkan warna dan aroma produk sabun tangan Anda menipu Anda. Pikirkan sabun tangan yang tidak berwarna dan beraroma kuat. Pertimbangkan bahwa Anda harus mencuci tangan secara teratur, sesering mungkin.

Tidak ada salahnya menggunakan sabun tangan sesuai usia atau mencarinya di Olaif untuk mengatasi kerentanan kulit segala usia. Perhatikan baik-baik beberapa pertimbangan ini. Tujuannya  adalah untuk menjaga Anda dan keluarga aman dari ancaman virus. Selain itu, jika Anda memiliki kulit sensitif silakan berkonsultasi dengan profesional kesehatan