Wisata ikonik Indonesia mengalami sejumlah perlambatan karena suasana pandemi COVID-19 yang tetap belum kondusif. Lantas, seperti apa cara pemerintah untuk menghidupkan pariwisata didalam negeri?

Baru-baru ini, Presiden Jokowi melaksanakan perubahan kabinet kementeriannya. Salah satunya ialah Sandiaga Uno yang kini menduduki kursi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menggantikan Wishnutama.

Bergantinya Menparekraf ini diharapkan bisa meraih percepatan pemulihan ekonomi nasional untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pemerintah lewat Kemenparekraf sendiri menargetkan pengembangan sejumlah kawasan pariwisata di beraneka daerah yang disebut “10 Bali Baru”.

Pemerintah berharap sepuluh destinasi ini bisa berkembang harusnya Bali yang selalu ramai oleh wisatawan.

Dalam 10 Bali Baru ini, terdapat 5 destinasi super prioritas yang pembangunannya dapat dimaksimalkan selama satu th. ke depan. Penasaran?

1. Perkembangan Pariwisata di Indonesia: Danau Toba, Sumatera Utara

Danau Toba merupakan danau terluas di kawasan Asia Tenggara yang berada di Sumatera Utara. Danau yang ikonik ini awalannya terbentuk berasal dari letusan gunung vulkanik sejak puluhan ribu th. lalu.

Berbicara tentang Danau Toba, tentu tak bisa terlepas berasal dari Pulau Samosir, sebuah pulau yang terletak di tengah danau bersama luas kira-kira 630 m2.

Berdasarkan data BPS Sumatera Utara 2019, berasal dari keseluruhan kuantitas wisatawan di Sumatera Utara, sekurangnya sebesar 60% wisatawan datang ke Danau Toba.

2. Borobudur, Jawa Tengah

Pernah jadi satu berasal dari 7 Keajaiban Dunia, Candi Borobudur kala ini juga digadang sebagai destinasi wisata prioritas oleh pemerintah. Candi Buddha yang yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah ini adalah monumen Buddha terbesar di dunia.

Masuk ke didalam Situs Warisan Dunia, terhadap th. 2019 nyaris 4 juta wisatawan mengunjungi Borobudur, baik turis lokal maupun mancanegara. Selain sebagai destinasi wisata, Borobudur sampai kini tetap digunakan sebagai daerah ibadah umat Buddha, baik ziarah sampai perayaan Hari Raya Waisak. Pelepasan ratusan lampion setiap tahunnya pun jadi kekuatan tarik tersendiri bagi para wisatawan.

3. Mandalika, Nusa Tenggara Barat

Masih terdengar memadai asing di telinga, Mandalika adalah kawasan wisata seluas kira-kira 1.200 hektar yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Satu perihal yang memadai unik berasal dari Mandalika adalah daerah ini jadi tempat tinggal bagi suku sasak, suku asli Lombok. Di desa kebiasaan Sade dan desa kebiasaan Ende, wisatawan bisa berinteraksi langsung bersama masyarakat suku sasak.

Sejak th. 2017, Mandalika udah ditetapkan jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diharapkan bisa mendatangkan wisatawan ke daerah Lombok. Selain itu, pembangunan sirkuit Mandalika untuk MotoGP 2021 juga dapat dikebut didalam th. ini.

4. Perkembangan Pariwisata di Indonesia: Likupang, Sulawesi Utara

Tak masuk ke didalam daftar 10 Bali Baru, Likupang ditetapkan jadi destinasi super prioritas oleh pemerintah terhadap bulan Juli 2019. Likupang adalah kawasan wisata seluas 200 hektar yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata ini memiliki kawasan pesisir bersama pantai berpasir putih. Pantai Paal dan Pantai Pulisan jadi dua kawasan pusat KEK Pariwisata Likupang. Kini pembangunan Likupang tetap dimaksimalkan supaya diharapkan bisa menyamai Bunaken yang selama ini jadi ikon Sulawesi Utara.

5. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Nama Labuan Bajo udah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai objek wisata di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Tak hanya wisatawan lokal, terhadap th. 2019 BPS setempat mencatat bahwa kuantitas kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman meraih 91 ribu orang, yang jumlahnya lebih banyak kalau dibandingkan bersama wisatawan lokal.

Dikenal bersama panorama alam yang eksotis serta ikon Pulau Komodo-nya, kini Labuan Bajo juga disiapkan jadi kawasan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat setempat untuk memperkenalkan hasil kerajinan asli daerah kepada para wisatawan.

Itu dia ikhtisar lima destinasi super prioritas yang digadang bisa memberi tambahan stimulus baik bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Kiranya sistem pembangunan kelima destinasi ini bisa berjalan bersama lancar dan jadi kekuatan tarik pariwisata di era mendatang.