Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia dengan berbagai hingar bingarnya.

Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta menjadi salah satu kota tempat tujuan bekerja yang paling favorit.

Salah satunya karena perusahaan di Jakarta menjanjikan gaji yang lebih besar di bandingkan kota lainnya.

Masyarakat dari berbagai suku dan ras berbondong-bondong mengadu nasib di kota ini.

Tidak heran jika Jakarta disebut sebagai kota yang padat penduduk.

Sebagai kota yang padat penduduk, tentunya ada banyak masalah yang dihadapi kota ini.

Masalah tersebut yang menjadi latar belakang banyak juga orang yang tidak ingin tinggal di Jakarta walaupun gaji bekerja di Jakarta cukup tinggi.

Berikut 5 penjelasan yang melatarbelakangi banyak orang enggan tinggal di Jakarta.

Macet

Penjelasan pertama yang membuat banyak orang tidak ingin tinggal di Jakarta sebesar apapun gaji yang ditawarkan jika bisa bekerja di kota metropolitan tersebut adalah kemacetan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Jakarta adalah kota yang sangat padat.

Tidak hanya padat penduduk, kota ini juga memiliki kepadatan kendaraan yang sangat tinggi.

Anda harus berkendara dengan waktu yang jauh lebih lama untuk mencapai jarak yang tidak jauh.

Hal ini karena antrean kendaraan yang panjang di mana pun Anda berada.

Bahkan, sering sekali terjadi kemacetan yang mengular di jalan bebas hambatan sekalipun.

Sebagian besar waktu pekerja di Jakarta dihabiskan banyak waktu di jalan dengan segala kemacetannya.

Hal ini tentunya membuat tingkat stress pekerja di Jakarta lebih tinggi dibandingkan di kota lain.

Kriminalitas

Penjelasan yang kedua adalah tingkat kriminalitas yang tinggi.

Sebagai kota megapolitan, Jakarta terkenal dengan keberagaman penduduknya.

Banyak orang yang mengadu nasib di ibu kota negara kita ini.

Jakarta juga dikenal sebagai kota yang keras, selain karena kepadatan penduduknya yang sangat tinggi, juga karena tingginya tingkat kriminalitas di kota tersebut.

Berbagai bentuk kejahatan pernah terjadi di kota ini, mulai dari pencurian kelas teri sampai pencurian kelas kakap, kejadian penyeludupan narkoba sampai dengan pembunuhan.

Hal tersebut sudah sangat sering kita dengar melalui berita di layar kaca.

Imej Jakarta salah satunya disumbangkan oleh tingginya tingkat kriminalitas.

Walaupun kini sudah berangsur menurun, namun, tinggal di Jakarta harus memiliki mental yang kuat dan ekstra waspada.

Hal ini yang membuat banyak orang merasa enggan tinggal di Jakarta.

Biaya hidup tinggi

Ya, salah satu kota yang memiliki biaya hidup tinggi adalah kota Jakarta.

Walaupun gaji yang kita dapatkan di Jakarta jauh lebih besar dibandingkan dengan kota lainnya, tetapi, biaya hidup di kota ini jauh lebih tinggi.

Upah minimal buruh di Jakarta yang tinggi tentunya sebanding dengan biaya yang diperlukan untuk hidup di kota ini yang juga sangat tinggi.

Padatnya penduduk membuat harga tempat tinggal baik sewa maupun yang di jual memiliki harga yang sangat tinggi.

Apalagi jika Anda ingin tinggal di tempat strategis yang dekat dengan kantor, biasanya harga yang ditawarkan akan sangat tinggi.

Jika Anda ingin memilih tempat tinggal yang memiliki harga sewa lebih murah, jaraknya akan lebih jauh. Maka tak heran sebagian orang lebih mencari rumah dijual di Tangerang harga 100 juta ketimbang di Jakarta.

Hal ini membuat kita harus berkendara dengan waktu yang lebih lama untuk mencapai kantor tempat kerja Anda.

Sementara, seperti yang sudah dibahas di atas, Jakarta adalah kota dengan tingkat kemacetan yang luar biasa.

Bisa Anda bayangkan bagaimana lelahnya pulang pergi bekerja di Jakarta hanya untuk menghemat biaya tempat tinggal saja.

Padahal, tidak hanya rumah atau tempat tinggal saja yang diperlukan, ada biaya lain seperti biaya makan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi.

Banjir

Kota banjir adalah salah satu sebutan lain bagi kota Jakarta. Banjir kerap terjadi jika terjadi hujan berkepanjangan.

Jakarta merupakan kota yang terletak di dekat pantai dan menjadi muara dari berbagai sungai.

Banjir kerap melanda kota ini tidak hanya karena kiriman dari kota lain juga karena kepadatan penduduk dan pendangkalan sungai yang terjadi.

Berbagai penangan pengurangan kerap dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengatasi masalah banjir di kota ini namun, masalah ini belum dapat 100% teratasi.

Intensitas air banjir di Jakarta saat ini memang sudah sangat berkurang, hanya saja, banyak orang yang masih enggan tinggal dan bekerja di Jakarta karena masalah banjir satu ini.

Pergaulan

Satu lagi yang membuat banyak orang enggan tinggal dan bekerja di Jakarta adalah masalah pergaulan.

Bergaul memang menjadi hal yang wajar, hanya saja, jika tidak berhati-hati, bisa juga membuat kita terjebak pada hal yang tidak semestinya.

Pergaulan di Jakarta dengan kehidupannya yang hingar bingar menjadi salah satu ketakutan tersendiri terutama jika kita sibuk bekerja dan tidak dapat merawat anak kita dengan baik.

Pergaulan anak akan sangat mempengaruhi kehidupannya.

Walaupun tidak semua orang memiliki pengaruh buruk, namun, di kota besar seperti Jakarta dengan segala kemajuannya, sebagai orang tua, kita perlu menjaga anak kita dari pengaruh negatif lingkungan sekitar termasuk pergaulan.

Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri terutama jika kedua orang tua bekerja.

Untuk menjaga anak dari pengaruh negatif lingkungan, banyak orang tua yang enggan bekerja dan tinggal di Jakarta bersama keluarganya.

Itu tadi 5 penjelasan mengapa banyak orang yang merasa enggan tinggal di Jakarta.

Tinggal di Jakarta atau di kota lainnya tentunya menjadi pilihan masing-masing individu. Ada banyak pertimbangan yang menjadi alasan pemilihan tempat tinggal.