Air limbah yang berasal berasal dari semua aktivitas di rumah sakit wajib dikelola bersama baik sehingga tidak berdampak jelek terhadap kesegaran lingkungan.

Oleh dikarenakan itu rumah sakit wajib mengfungsikan jasa kontraktor IPAL rumah sakit untuk pembuatan IPAL bersama kualitas baik sebagai pengolah air limbah yang telah dihasilkan. Dalam pemanfaatan IPAL sendiri, tersedia proses pengolahan air limbah rumah sakit yang wajib dipenuhi.

Dari 3 proses pengolahan flow meter air limbah, diantaranya proses pengolahan fisik, proses pengolahan kimia, dan proses pengolahan biologis, rumah sakit mengfungsikan proses pengolahan biologis.

Alasan rumah sakit mengfungsikan proses pengolahan biologis dikarenakan rumah sakit merupakan daerah yang lebih banyak membuahkan limbah yang memiliki kandungan organik lumayan tinggi.

Sistem pengolahan biologis ini merupakan proses pengolahan limbah yang mengfungsikan mikroorganisme untuk menguraikan bahan-bahan organik yang tersedia terhadap air limbah menjadi lebih kecil potensi bahayanya.

Sehingga tidak mengakibatkan keracunan atau kematian terhadap biotik akibat menurunnya kandungan dissolved oxygen (oksigen terlarut) atau tidak menjadi penyebab kerusakan ekosistem.

Prinsip kerja berasal dari proses pengolahan biologis ini yakni bersama mengfungsikan fasilitas penunjang yang digunakan sebagai daerah hidup mikroorganisme.

Mikroorganisme yang berada dalam fasilitas berikut diharapkan dapat hidup secara menempel maupun waktu waktu sehingga dapat mendukung penguraian kandungan organik terhadap air limbah secara maksimal.

Proses biologis dalam pengolahan limbah sendiri dapat dilaksanakan bersama 3 macam kondisi. Dimulai berasal dari kondisi anaerobik atau kondisi tanpa udara, selanjutnya bersama kondisi anoxic atau bersama kondisi yang mengfungsikan oksigen terikat, dan juga dapat dilaksanakan bersama kondisi aerobic atau kondisi yang mengfungsikan udara.

Untuk proses anaerobic umumnya dapat dilaksanakan untuk menguraikan air limbah yang memiliki beban Biological Oxigen Demand (BOD) yang lumayan tinggi. Sedangkan proses aerobic dapat dilaksanakan untuk menguraikan air limbah yang memiliki bebab Biological Oxigen Demand (BOD) yang tidak amat tinggi.

Lalu untuk rumah sakit yang berukuran kecil sampai rumah sakit yang berukuran sedang, umumnya mengfungsikan proses paduan antara biofilter anaerobik dan aerobik untuk laksanakan pengolahan air limbah.

Sebab proses pengelolaan paduan berasal dari biofilter anaerobic dan aerobic ini dapat dikatakan lebih mudah, dapat dikelola di lahan yang tidak amat luas, lebih irit biaya, dapat digunakan untuk limbah yang memiliki beban BOD besar.

Proses penggabungan antara biofilter anaerobik dan biofilter aerobik ini akan membuahkan sesuatu yang baik.

Biofilter anaerobik dapat menguraikan polutan organik yang berasal berasal dari limbah menjadi gas karbon dioksida dan methan, proses penguraian berikut tidak mengfungsikan energy (blower udara) tetapi amoniak dan gas hydrogen sulfide tidak akan hilang. Sehingga dapat dikatakan proses anaerobik hanya turunkan polutan organik.

Oleh dikarenakan itu proses pengolahan air limbah dilanjutkan bersama laksanakan biofilter aerobik, perihal berikut dilaksanakan untuk dapat turunkan polutan berasal dari biofilter anaerobiok yang tetap tersisa terurai menjadi karbon dioksida dan air.

Lalu amoniak akan terkena proses oksidasi menjadi nitrit sampai seterusnya menjadi nitrat. Sedangkan gas hydrogen sulfide akan diubah menjadi sulfat.

Dari hasil pengolahan air limbah bersama menggabungkan proses biofilter anaerobik dan proses biofilter aerobik pasti akan membuahkan air olahan yang berkwalitas baik.

Lalu untuk sisa air limbah yang telah masuk ke bak pengumpul akan dipompa ke bak pengendap awal untuk mengendapkan partikel lumpur dan pasir yang seterusnya akan dibuang ke sungai atau saluran umum.