Nasib Petugas Meteran Air PDAM dengan menggunakan flow meter air di Tengah Wabah Corona di Makassar, Tetap Datangi Rumah Warga.

Meski Makassar dinyatakan darurat virus corona, perihal selanjutnya tidak memicu pelayanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum, menurun.

Nampak di kantor Perumda Air Minum yang beralamat di Jl Dr Sam Ratulangi, Kota Makassar laksanakan kesibukan kantor seperti biasa.

Hal selanjutnya diungkapkan oleh Kabag Humas Perumda Air Minum Makassar

Selain itu, Perumda juga tidak beri tambahan subsidi kepada para pelanggannya di tengah wabah ini.

“Memang ada wacana untuk beri tambahan subsidi air minum, tapi rencana ini belum diputuskan direksi. Masih dirapatkan direksi,” katanya.

Jadi, pelanggan Perumda Air Minum Kota Makassar tetap laksanakan kewajibannya seperti biasa.

Biaya pemanfaatan atau pemanfaatan air sesuai bersama ketetapan yang berlaku sepanjang ini.

“Soal besaran tagihannya belum berubah, besaran tagihan sesuai ketetapan yang sudah ada,” tandasnya.

Begitu pun bersama pencatatan meter, petugas PDAM Makassar senantiasa laksanakan kunjungan ke rumah pelanggan.

Sumbang Westafel

Terkait bersama wabah Corona, Perumda Air Minum Kota Makassar juga terlibat segera dalam pengadaan sarana cuci tangan di area publik.

Ia mengaku baru saja laksanakan pemasangan westafel terhadap 19 titik yang jadi tempat yang sering dikunjungi masyarakat.

Sementara itu, Dirut Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamzah Ahmad mengatakan, pemasangan wastafel selanjutnya dalam rangka untuk menghindar penyebaran Covid-19.

Wastafel selanjutnya sudah berguna dan mulai digunakan masyarakat.

“Sudah digunakan terhadap waktu Minggu yang selanjutnya portabel dipasang, ditaruh di tempat yang diperkirakan tempat umum yah banyak masyarakat, seperti pasar. Itu sudah segera berfungsi,” jelasnya.

Hamzah pun mengaku sudah menempatkan petugas untuk memeriksa secara rutin prasarana selanjutnya agar senantiasa berguna secara normal.

“Jadi ada petugas kita tiap lokasi yang mengontrol,” sadar Hamzah.

Kabar paling baru untuk pertumbuhan pasien positif corona atau covid-19 di Sulawesi Selatan

terlihat jumlah data Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Positif bertambah.

Dimana berasal dari 1076, 982 dia ntaranya proses pemantauan dan 96 selesai pemantauan.

Angka ini berbeda bersama sehari sebelumnya, dimana ODP berjumlah 691 agar terjadi peningkatan sebanyak 387 kasus.

Sedangkan terhadap pasien PDP sebanyak 110 orang dimana 99 dirawat, 8 dinyatakan sehat dan 3 meninggal dunia.

Untuk kategori pasien pulih atau sehat, tak terjadi peningkatan.

Angka selanjutnya mirip bersama jumlah yang diupdate terhadap .
Untuk kasus pasien positif corona, kini mencapai 65 orang.

Di mana di antara 65 kasus tersebut, 60 orang dirawat dan 5 di antaranya meninggal dunia.

Di antara lokasi yang ada di Sulsel, kini Kabupaten Bone bersama jumlah kasus ODP terbanyak meski belum ada satupun yang dinyatakan positif.

Adapun Kota Makassar tetap mendominasi pasien terinfeksi bersama jumlah mencapai 41 orang.