Memilih Karyawan Berkualitas, Berikut Tipsnya – Proses penerimaan karyawan tidak pernah segampang yang dipikirkan. Selalu ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan, karena bagaimana juga mereka yang bakal jadi pendorong dari usaha yang digerakkan.

 

Memilih Karyawan Berkualitas

Cari Pabrik Maklon Kosmetik dan Skincare Terbaik? Cek Disini

 

Berikut 10 panduan merekrut karyawan yang dapat Anda aplikasikan

  1. Deskripsi Kerjaan Lengkap

Langkah awal pasti Anda harus membuat jobs description dari status pekerjaan yang akan dijajakan. Bikinlah deskripsi pekerjaan yang pasti dan detil supaya calon pelamar dapat sesuaikan sekalian menyiapkan diri.

Disamping itu, ini nanti akan mempermudah Anda untuk menilai performa pegawai; apa ia bertanggungjawab atau mungkin tidak.

  1. Sebarkan Deskripsi Loker Komplit

Sesudah membuat deskripsi pekerjaan, cara setelah itu membuat iklan dan mempromokannya. Harus dipahami, jika iklan lowongan berikut yang bakal jadi pintu masuk pertama proses dari penerimaan karyawan. Maka bikinlah kalimat iklan yang pasti, singkat, preskriptif, dan menarik.

Disamping itu, penting juga untuk memerhatikan lokasi yang pas untuk menerbitkan lowongan itu.

Apa akan memakai media berbayar atau yang gratis seperti sosial media dan komunitas online yang lain. Yang pasti, bagaimana supaya iklan lowongan itu dapat sampai ke sasaran calon pelamar yang Anda kehendaki.

  1. Ikhtiar

Ada baiknya kalau dalam iklan peluang kerja, pelamar bukan hanya harus membuat CV (data diri) tapi juga ikhtisar individu. Ikhtisar individu ini nanti akan menolong Anda untuk menyortir calon pelamar yang kira-kira pas untuk pekerjaan itu.

Walau berkesan repot pada awal karena harus membaca dan menyortir, sesungguhnya ini malah memudahkan ingat ikhtisar individu berisi mengenai ketrampilan yang dipunyai.

 

Baca juga: Trik Menanam Bawang Putih Di rumah Buat Pemula

 

Maka secara automatis Anda dapat segera menggugurkan calon yang pasti tidak penuhi kwalifikasi. Proses interviu akan lebih mudah, karena sudah tersaring awalnya.

  1. Gunakan Penilaian Standard saat Interview

Interviu ialah proses awalnya mengenali calon karyawan langsung. Dalam step ini, Anda dapat mengeruk watak dan kekuatan yang dipunyai oleh beberapa pelamar, selaras ataukah tidak sama yang diperlukan. Karena itu, supaya lebih obyektif, ada baiknya kalau Anda memakai formulir penilaian standard.

Formulir ini berisi beberapa pertanyaan untuk menilai watak dan kekuatan calon karyawan dengan standard yang serupa. Pasti, ini akan mempermudah Anda karena proses interviu jadi lebih terukur, efektif, dan mengirit waktu.

  1. Kenali Motivasi Karyawan

Satu pertanyaan penting yang jangan dilewati dalam interviu ialah motif kerja. Anda perlu tahu motivasi apa yang membuat mereka ingin bekerja pada tempat tersebut; apa karena spirit, sebagai batu loncatan, atau yang lain.

Ini penting untuk dipahami supaya Anda tidak selamanya disibukkan dengan masalah recruitment di masa datang.

Bagaimana juga, proses ini selalu akan mengambil alih waktu, tenaga, ongkos, dan akan menghalangi sasaran dari usaha Anda. Maka walau ada pelamar yang paling kapabel, lihat motivasi kerjanya, ya.

  1. Jauhi Merekrut Karyawan karena Persahabatan atau Kasihan

Kenyataannya, ini ialah panduan merekrut karyawan yang tersering dilanggar. Karena biasanya, baik di perusahaan besar atau usaha micro, mengaryakan karyawan karena elemen kasihan atau hubungan persahabatan ialah hal yang wajar.

Contoh simpel, Anda mempunyai usaha kue rumahan dan akan cari karyawan, selanjutnya ada tetangga yang sedang tidak bekerja tawarkan diri. Anda kasihan dan orang itu juga siap bekerja dibayarkan berapa saja.

Sepintas ini betul dan sama-sama memberikan keuntungan. Tetapi rupanya, sikap semacam ini malah akan mempersulit Anda di masa datang. Anda akan kehilangan profesionalitas dan objecttivitas saat akan menilai performa.

Tidak itu saja, akan riskan terjadi ketidaktahuan atau bahkan juga kekecewaan, baik dari karyawan atau Anda.

  1. Pakai Rujukan

Rujukan penting juga dipakai saat akan panggil calon karyawan untuk diinterviu. Rujukan di sini dapat berawal dari beberapa pihak yang ketahui seperti apakah performa mereka. Dengan demikian, Anda makin lebih gampang mendapati calon karyawan yang pas.

  1. Lihat Domisili Karyawan

Untuk usaha kecil dan menengah -utamanya yang baru berdiri-, penting juga memerhatikan domisili calon karyawan. Sebaiknya bila Anda merekrut mereka yang domisili tidak jauh dari posisi usaha.

Karena bagaimana juga, ini dapat punya pengaruh pada efektifitas pekerjaan. Terkecuali bila usaha Anda telah besar dan bisa memikul ongkos operasional pengadaan rumah karyawan.

  1. Recruitment dengan Pangkalan Tes Coba (Trial)

Penting untuk dipahami, Anda tidak harus langsung mengusung calon dipilih jadi karyawan masih. Anda dapat mengaplikasikan mekanisme recruitment dengan berbasiskan trial atau tes coba; yaitu dengan jadikan mereka karyawan magang.

Bikinlah program magang sepanjang tiga bulan dengan deskripsi pekerjaan seperti status yang dilamar, tetapi tidak dengan upah penuh.

Dengan demikian, Anda dapat menyaksikan performa dan ketahui kekuatan dan tanggung jawabannya. Bila nilai penilaian baik, Anda dapat mengusungnya jadi karyawan masih.

  1. Tarik dengan Langkah Unik

Sesungguhnya, proses penerimaan karyawan tidak selamanya harus dengan resmi mempublikasikan peluang kerja, interviu, dan yang lain.

 

Baca juga: Perawatan Kecantikan Menggunakan Daun Cherry

 

Anda bahkan juga dapat cari calon karyawan dengan beberapa cara unik, seperti memerhatikan rutinitas mereka, tiba ke tempat tongkrongan atau komune, atau bahkan juga seperti perusahaan Google yang merekrut karyawan dengan memberi kuis pemprograman.

Beberapa cara unik seperti apa saja dapat dicoba untuk memberikan keyakinan Anda jika mereka ialah calon yang diperlukan.

Itu beberapa panduan merekrut karyawan yang dapat Anda aplikasikan. Selamat mempraktikkan dan mudah-mudahan sukses.