Asuransi jiwa adalah pondasi keuangan keluarga yang sehat. Namun, masih banyak kesalahan dalam memilih dan membeli asuransi jiwa. Biasanya, manfaat dan biaya asuransi jadi gak sesuai tujuan.

Lalu, gimana ya cara pilih asuransi jiwa terbaik?

1. Uang Pertanggungan Kurang

Uang pertanggungan (UP) adalah manfaat yang dibayarkan perusahaan asuransi jika tertanggung meninggal dunia.

Misalnya, biaya hidup keluarga Anda Rp10 juta per bulan, klaim uang itu hanya cukup untuk bertahan hidup kurang dari 2 tahun. Setiap tahun biaya hidup meningkat. Artinya, semakin tahun manfaat uang pertanggungan itu semakin mengecil. Oleh karena itu nilai UP harus cukup besar.

2. Fokus Investasi, Bukan Proteksi

Banyak yang beli asuransi jiwa tapi fokusnya lebih pada nilai investasinya. Padahal, jika Anda memilih pembayaran premi singkat 10 tahun (cuti premi), nilai investasi akan terpotong untuk membayar biaya asuransi. Pemotongan tetap dilakukan tapi berpindah ke investasi. Jadi, walaupun ada nilai investasi, jumlahnya adalah nilai pertanggungan.

3. Belum Perlu, Beli Asuransi Jiwa

Pahami dulu tujuan memiliki polis asuransi, yaitu memberikan manfaat (uang pertanggungan) kepada ahli waris jika tertanggung utama meninggal dunia.

Jadi, kalau belum ada orang yang hidupnya tergantung pada Anda secara finansial, tahan dulu untuk beli asuransi. Dananya bisa kok digunakan untuk hal penting lainnya seperti dana pensiun.

4. Salah Menulis Tertanggung

Dalam asuransi jiwa, pengertian tertanggung adalah pihak yang jika dia meninggal dunia, maka perusahaan asuransi akan membayar uang pertanggungan.

Dibanding anak yang ditetapkan sebagai tertanggung, sebaiknya suami yang merupakan pencari nafkah utama. Banyak yang hanya memberikan satu asuransi jiwa untuk suami karena laki – laki (selalu) dianggap pencari nafkah utama. Ini cara pandang yang kurang tepat.

Kalau memang belum mampu membeli dua asuransi jiwa, pilih yang penghasilannya paling besar karena dialah yang punya risiko keuangan paling besar. Jadi bisa suami atau bisa istri.

Kesimpulan

Asuransi jiwa amat penting dalam perencanaan keuangan keluarga. Ia memberikan perlindungan untuk keluarga. Hanya saja, banyak yang melakukan kesalahan dalam memilih asuransi jiwa.

Pastikan Anda menghindari melakukan kesalahan – kesalahan yang dijelaskan diatas. Semoga bermanfaat !