BI Checking

Meskipun seorang artis papan atas, gara-gara pernah menunggak tagihan kartu kredit di bank selama beberapa bulan, Ariel kesulitan mengajukan kredit baru ke bank lain. Nah, buat kamu yang baru saja mendapatkan kartu kredit atau ingin mengajukan dana ke bank nggak mau dong mengalami kejadian seperti Ariel?

Lantas bagaimana dong caranya untuk membangun reputasi kredit di BI Checking?

Perlu diketahui terlebih dahulu, setiap bank memiliki metode analisis dan perhitungan yang berbeda-beda untuk melihat kualitas debitur. Sehingga, tidak ada saran yang sesuai untuk semua kebutuhan. Namun HaloMoney mencoba untuk merangkum dari berbagai sumber kredibel yang ada, empat hal yang perlu kamu lakukan untuk menjaga reputasi kreditmu. Apa saja keempat hal tersebut?

  • Gunakanlah kartu kreditmu secara teratur untuk pembayaran nominal besar

Kartu kredit idealnya ialah pengganti uang tunai sebagai alat pembayaran. Jadi, kalau kamu tidak pernah menggunakan kartu kreditmu, maka tentu tidak ada data yang terekam dalam Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia.

Untuk awalan, coba biasakanlah menggunakan kartu kredit untuk pembayaran barang atau jasa bernominal besar seperti pembayaran pesawat dan hotel, pembelian baju atau sepatu di department store, atau membeli alat elektronik. Ketika kamu sudah terbiasa melunasi tagihannya, kamu dapat menggunakannya lebih sering untuk menggantikan pembayaran yang lebih kecil seperti makan di restoran.

Data historismu akan terekam dalam SID Bank Indonesia, dan reputasi kreditmu juga perlahan-lahan mulai terbentuk.

  • Jangan menunggak tagihan

Dalam menilai kualitas kredit seseorang, salah satu yang dianalisis oleh pihak bank adalah sejarah kolektabilitas kredit nasabah. Bagi kamu yang belum pernah memiliki atau bertransaksi dengan kartu kredit, atau mengambil pin jol tanpa bi checking di bank tentu data historis kamu belum ada di Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia.

Status kolektabilitas kredit nasabah terbagi menjadi lima, yaitu: Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet. Nasabah yang selalu membayar tagihan kartu kredit dan bunganya secara disiplin mendapatkan skor tertinggi yaitu 1. Semakin lama nasabah menunggak (umumnya di atas 360 hari), maka semakin rendah skor kolektabilitasnya (mendekati 5).

Khusus untuk pengguna kartu kredit, upayakan membayar tagihan sebesar minimal 10% dari total tagihan bulanan yang sudah ditetapkan. Namun kalau kamu bisa membayar penuh tentu akan jauh lebih baik, karena setiap bulan keterlambatan akan dikenakan bunga yang cukup tinggi. Begitu pula dengan angsuran kredit lainnya, selalu upayakan untuk membayar tepat waktu. 

  • Ambil jeda ketika kredit kamu ditolak

Ketika kamu beberapa kali ditolak untuk mengajukan kartu kredit dan berbagai bentuk kredit dana lainnya, maka berhentilah beberapa bulan, sebelum mengajukan lagi. Ibarat sedang ujian, kamu berkali-kali mengikuti tes yang serupa tanpa meningkatkan kemampuanmu. Walhasil, mengikuti tes berkali-kali mungkin tidak membantu, karena yang kamu perlukan adalah belajar kembali.

Sama halnya pada saat mengajukan kredit, kamu perlu melihat kembali apa yang salah. Mungkin kamu mengajukan kredit melebihi batas baki kredit 30% dari pendapatan, atau kamu memiliki masih cicilan yang lain.

Ada dua tips buat kamu yang selalu ditolak: Satu, Fokuslah melunasi utang-utang yang ada sebelum mengambil yang baru. Kedua, ajukanlah permohonan pada kartu kredit berlimit rendah terlebih dahulu. Hal ini bisa membantu untuk meningkatkan skor, dan memberikan indikasi positif kepada bank bahwa kamu adalah debitur yang dapat dipercaya.

  • Segara laporkan kepada pihak bank apabila ada ketidaksesuaian tagihan

Mungkin kamu pernah mendengar bahwa temanmu dirugikan karena bank melaporkan ia terlambat membayar tagihan kartu kreditnya sehingga ia dikenakan biaya bunga.

Dalam beberapa kasus, Bank memberikan alasan “kesalahan sistem”. Jadi kamu merasa membayar tagihan pada hari akhir dalam waktu yang telah ditentukan namun sistem baru mencatatnya pada hari berikutnya (biasanya terjadi pada akhir minggu).

Mungkin jumlah tagihannya tidak seberapa, Namun berhati-hatilah, karena informasi tersebut akan tercatat di SID. Sebagai nasabah, kamu berhak meminta penjalasan atas informasi yang tidak sesuai. Apabila bank menolak memberi penjelasan dan memproses tuntutan kamu, kamu bisa menyampaikan aspirasi ke Otoritas Jasa Keuangan di (021) 385 8001.

So, bagi kamu yang baru atau hendak mengambil kartu kredit dan bentuk kredit dana lainnya, pastikan kamu menjadi debitur yang baik buat bank ya! First impression always matters! Referensi: centrausaha.com