Hukum Menikah Beda Agama, Begini Penjelasannya dalam Al-Quran

Pernikahan merupakan salah satu hal yang paling sakral untuk dilakukan seumur hidup sebab pernikahan menjadi salah satu ritual yang dilakukan untuk menyatukan dua orang atas nama perasaan. Pernikahan yang sah secara hukum negara merupakan pencapaian yang dilalui oleh dua orang yang menjalin hubungan. Pernikahan pula yang menjadi tanda suatu hubungan sudah resmi terjalin dan bisa membina keluarga dan rumah tangga. Terkadang banyak orang yang mengalami pernikahan berbeda agam atau keyakinan sehingga harus dipikir ulang sebelum menikah. Bahkan sering mengalami banyak kritik dan tidak ada persetujuan dari orang tua. Alhasil harus mengetahui bagaimana hukum yang mengatur mengenai pernikahan beda agam apakah boleh atau tidak secara hukum positif. Ketika diperboleh apa saja syarat nikah beda agama yang harus dipenuhi sebelum menjalankan pernikahan resmi. Maka dari itu penting bagi calon pasangan untuk mengetahui aturan pernikahan yang beda agama.

Pernikahan yang dilangsungkan untuk pasangan yang beda agama memang menuai banyak pro dan kontra bahkan dalam peraturan perundangan undangan tidak mengatur dengan jelas bagaimana hukum mengenai pernikahan yang berbeda agama. Namun banyak sekali orang yang memiliki pasangan berbeda agama tetap melakukan pernikahan dengan berbagai cara yang harus ditempuhnya agar tetap melangsungkan pernikahan seperti yang diharapkan. Mengingat akan hal tersebut pernikahan yang memang dilakukan secara hukum harus memenuhi persyaratan yang berlaku sehingga menjadi pernikahan yang sah secara hukum di Indonesia.

Maka dari itu perlu sekali untuk mempersiapkan hal yang diperlukan dalam pernikahan yang berbeda agama untuk memudahkan dalam pernikahan yang akan dilangsungkan. Banyak hal yang harus dipersiapkan mulai dari dokumen berkas syarat pernikahan hingga prosesi pernikahan berlangsung di balai nikah atau di rumah.

Ketentuan Untuk Pernikahan Beda Agama

Bagi Anda yang ingin melangsungkan pernikahan yang berbeda agama maka perlu menyiapkan berkas dokumen syarat nikah beda agama yang sudah diatur sehingga bisa mempersiapkannya jauh jauh hari sebelum pernikahan berlangsung. Persyaratan yang digunakan untuk pernikahan yang berbeda agama antara lain, sebagai berikut:

  1. KK dan KTP yang digunakan sebagai identitas resmi dari masing masing pasangan nikah. Hal tersebut digunakan untuk mendata pasangan yang akan menikah sehingga sesuai dengan kententuan yang berlaku.
  2. Surat pengantar nikah yang didapatkan dari desa atau kelurahan yang menyatakan bahwa kedua pasangan akan melangsungkan pernikahan.
  3. Surat persetujuan mempelai yang mana digunakan untuk syarat bahwa kedua mempelai pasangan tersebut menyetujui dan mengetahui pernikahannya.
  4. Akta lahir yang digunakan sebagai identitas asli dari kedua pasangan mempelai.
  5. Pas photo ukuran 2×3 dan 4×6

Hukum Yang Mengatur Pernikahan Beda Agama

Melihat banyak sekali pro dan kontra yang terjadi atas pernikahan yang berbeda agama maka penting sekali untuk mengetahui hukum dasar yang dianut di Indonesia. Hukum positif yang mengatur mengenai pernikahan sudah tercatat dalam undang undang perkawinan No. 1 Tahun 1974 pasal 2 ayat 1 yang menerangkan bahwa pernikahan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing masing agama dan kepercayaannya itu. Hal tersebut menuai banyak tafsir yang mengartikan secara luas mengenai pernikahan berbeda agama sebab tidak diatur secara spesifik bagaimana hukum dan syarat nikah beda agama. Sehingga banyak pasangan yang berbeda agam melangsungkan pernikahan sesuai dengan agama yang dianut dan bisa dilakukan dengan lebih mudah.