Tulisan ini akan berbagi tentang temuan sifat dan kepribadian penerjemah yang bermacam macam, semoga ada manfaatnya terutama untuk pengelola kantor jasa penerjemah. Typical penerjemah tersumpah dalam mengerjakan tugasnya sebagai ahli bahasa, memilki sifat yang beragam, diantaranya adalah penerjemah yang sangat terpengaruh dengan hubungan personal baik dengan atasan atau dengan yang menggunakan jasa keahliannya. Penerjemah yang dipengaruhi oleh hubungan eksternal biasanya memiliki kecerdasan personal yang kuat. Mereka menerjemah paling baik apabila mereka menyukai dan mempercayai si pengguna jasa. “SIAPA yang menyampaikan informasi lebih penting daripada APA materi informasi tersebut”.

Penerjemah yang dipengaruhi hubungan antar personal, kurang baik bila menerjemahkan dari klien atau atasan yang tidak disenangi atau tidak dipercaya. Sebelum mencoba meberikan tugas terjemahan, pengguna atau diwakili teman sekantor perlu mencurahkan waktu dan energi bersama mereka untuk membangun suasana saling percaya dan respek timbal-balik. Penerjemah seperti ini biasanya menganggap proses mengerjakan tugas menerjemah sebagai suatu persoalan berkomunikasi, berdialog, saling bertukar gagasan dan perasaan, sedangkan penyampaian fakta yang kaku dinomorduakan.

Penerjemah-bahasa yang dipengaruhi hubungan juga cenderung berkerja secara berkelompok atau berpasangan. Mereka paling baik belajar bahasa asing di negara yang mempergunakan bahasa itu sebagai bahasa ibu. Di sana, mereka lebih menyukai belajar dari sekelompok teman, teman dekat, keluarga, atau pasangan. Fokus pada “orang” dan “orang-orang dengan multiprofesi”.

Tulisan ini sangat penting, terutama bagi Penerjemah jenis ini yang ingin mendirikan perusahaan jasa penerjemah tersumpah sendiri. Penerjemah (translator) yang dipengaruhi hubungan antar personal seringkali menjadi juru bahasa atau tugas dari kantor jasa interpreter, sehingga biasanya komunikasi lintas-budaya berlangsung dalam konteks hubungan interpersonal pula.

Apabila bekerja dengan teks tertulis, mereka ingin mengenal penulis bahasa-sumber, bahkan konsumen-akhir bahasa-sasaran secara pribadi. Seperti layaknya penerjemah ini, dalam menerjemah mereka senang bekerja sama, lebih senang lagi bila bersama si penulis, bermacam-macam pakar dan orang-orang cakap lainnya.

Penerjemah Freelancer yang dipengaruhi hubungan membayangkan dirinya terlibat interaksi pribadi dengan penulis bahasa-sumber dan pembaca bahasa-sasaran. Penting baginya untuk bisa melihat wajah penulis bahasa-sumber dan mendengar si penulis membacakan teks dalam imajinasinya, merasakan irama dan nada teks sumber seakan si penulis berbicara secara pribadi kepadanya, juga merasakan irama dan nada teks sasaran seakan berbicara secara pribadi kepada pembaca. Penerjemah senior menyebut teori penerjemahan yang secara jelas di pengaruhi hubungan ini sebagai perwujudan dialog (embodied dialogue).

Berbeda dengan penerjemah yang dipengaruhi materi. Penerjemah ini biasanya memiliki kecerdasan linguistik dan kecerdasan logika/matematika yang lebih kuat daripada kecerdasan personal. Perhatian mereka paling banyak tercurah pada materi informasi yang terkandung dalam teks tertulis atau teks lisan. Proses menerjemah bergantung pada penyajian informasi yang efektif, bukan pada perasaan si penerjemah terhadap si pengguna.

Penerjemah yang dipengaruhi materi lebih suka menerjemahkan bahasa asing sebagai sebuah sistem pragmatis, semantis, dan sintaksis yang logis. Penerjemah pemula yang dipengaruhi materi lebih suka mempelajari penerjemahan melalui kaidah, aturan, dan diagram sistem. Penerjemah yang dipengaruhi materi memusatkan perhatiannya pada terminologi dan istilah khusus serta bidang-bidang sasaran yang diwakilinya, struktur sintaksis dan pola pemindahan lintas-bahasa, ranah-bahasa stilistik (stylistic registers) dan padanannya dalam melintasi hambatan linguistis.

Teoretikus penerjemahan mengatakan penerjemah yang dipengaruhi materi cenderung menggemari ilmu linguistik dalam segala bentuknya, studi penerjemahan deskriptif, dan studi kultural sistematis.

Sedang dalam dunia bisnis penerjemah, yang paling penting menjadi bekal perjalanan bagi sebuah perusahaan jasa penerjemah tersumpah adalah pengetahuan managerial. Penerjemah yang mengelola bisnis sendiri juga dibutuhkan kemampuan untuk melihat setiap timnya dan kemampuan menempatkan seseorang di bidang apa dan kemampuan memberikan tugas kepada orang atau penerjemah yang tepat. Dan ini adalah murni kemampuan management kemampuan menata sekolompok orang agar dapat bekerja dengan caranya masing-masing tetapi dalam satu kepentingan.