penyakit kanker melanoma

Banyak orang mengira kanker kulit tidak mematikan. Padahal, penyakit kanker melanoma termasuk jenis kanker kulit mematikan yang sangat perlu diwaspadai. Saatnya untuk mengenal lebih baik jenis kanker kulit satu ini. Dan mengapa kanker ini dapat mematikan.

Apa Penyakit Kanker Melanoma

Kanker melanoma adalah jenis kanker yang berkembang dari sel sel melanosit. Ini adalah jenis sel kulit yang bertanggung jawab memproduksi zat melanin yang nantinya bekerja pada perubahan warna kulit. Semakin gelap kulit seseorang, artinya semakin banyak kandungan melanin pada permukaan kulit. Artinya semakin banyak sel melanosit pada permukaan kulit.

Penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya tanda gelap pada permukaan kulit. Kada skala ringan, noda gelap ini akan serupa dengan bintik hitam yang lazim terjadi pada permukaan kulit. Kadang serupa dengan tahi lalat.

Ini sebabnya kebanyakan orang sulit menyadari keberadaan kanker kulit satu ini di permukaan kulit. Karena bentuknya yang samar dari dan menyerupai flek hitam yang pada umumnya muncul.

Hanya saja, efek agresivitas dari sel kanker ini dapat menyebar hingga ke lapisan dalam kulit. Dan semakin lama menyebar hingga ke organ organ dalam. Ini yang kemudian dapat menimbulkan efek serius hingga kematian.

Apa Penyebab Penyakit Kanker Melanoma?

Penumpukan sel melanosit pada dasarnya lazim terjadi. Terutama pada kulit yang sebelumnya mengalami efek iritasi atau luka. Pada masa penyembuhan, kulit menjalin lebih banyak sel melanosit untuk menutup luka hingga ketika luka atau iritasi sepenuhnya sembuh, akan muncul tanda gelap di area tersebut. Membentuk flek hitam atau dark spot yang mudah dikenali.

Tetapi penyakit kanker melanoma memiliki kondisi yang lebih berat dari kondisi ini. Meski penyebab dari penyakit ini dapat dikaitkan dengan bagaimana dark spot terbentuk. Kanker melanoma terbentuk pada area kulit yang terlalu sering mengalami efek iritasi atau oksidasi oleh unsur karsinogen.

Ini berkaitan dengan tingginya paparan sinar matahari dengan kandungan UVA dan UVB berlebihan dalam jangka panjang. Menyebabkan mereka dengan aktivitas luar ruangan dalam jangka panjang memiliki tingkat resiko lebih tinggi mengidap penyakit kanker kulit ini. Hal ini juga berlaku pada mereka yang melakukan perawatan tanning dengan sinar UV buatan.

Juga bisa terjadi pada mereka dengan paparan unsur kimia berbahaya dan unsur polutan secara berkepanjangan. Penggunaan perawatan kulit pemutih yang tidak aman juga bisa memicu kerusakan kulit yang berujung kanker.

Kerusakan yang terus terjadi menyebabkan terbentuknya  lapisan sel melanosit yang berketerusan. Pada jangka panjang pertumbuhan sel melanosit di area ini berkembang menjadi abnormal hingga mengarah pada kanker.

Biasanya mereka dengan kondisi kulit lebih putih, memiliki mata biru dengan rambut pirang memiliki tingkat resiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit kanker melanoma. Ini karena sel melanosit pada jenis gen ini cenderung lebih rentan.

Mengenai ciri dari Kanker Melanoma

Anda bisa mengenali bentuk noda gelap yang asimetris, tampak menonjol namun tidak merata dan kadang disertai dengan pembengkakan. Penderita kanker kulit biasanya juga merasakan efek perih, nyeri atau gatal di area kanker terbentuk.

Perhatikan pula ketika noda gelap baru yang terbentuk memiliki lapisan warna berbeda. Seperti spot kecoklatan dengan beberapa noda lebih gelap di beberapa titik. Juga bila terbentuk tepian noda yang tidak merata baik dari segi warna maupun tekstur.

Ini membedakan jenis tahi lalat dan flek hitam biasa dari jenis penyakit kanker melanoma biasa. Untuk Anda pahami, meski kebanyakan kasus kanker melanoma berkaitan dengan paparan sinar matahari, kanker kulit juga bisa terjadi pada area tersembunyi. Jadi tetap waspada terhadap noda gelap di area yang tersembunyi.