Banyak sekali tipe kamera yang didesain dan juga diciptakan oleh para vendor atau produsen. Jenis-jenis ini diklasifikasikan untuk keperluan yang berbeda-beda, kendati manfaat utamanya pasti saja serupa yakni untuk mengambil alih gambar dan atau suara.

Berdasarkan terhadap penggunaannya, tipe kamera dapat dibagi jadi 3 kategori yakni ENG (Electronic News Gathering), EFP (Electronic Field Production) dan Kamera Studio.
ENG (Electronic News Gathering)

Kamera ENG adalah kamera yang digunakan untuk meliput sebuah peristiwa, perihal ataupun sebuah berita. Ciri-ciri dari kamera ini adalah bentuknya yang portabel berarti ringan dibawa kemana-mana, dilengkapi dengan shake reduction (peredam getaran atau goncangan) dan juga dilengkapi dengan baterai dengan energi tahan yang cukup lama.

 

EFP (Elektronik Field Production)

Kamera EFP adalah kamera yang digunakan untuk memproduksi non berita. Kamera ini umumnya digunakan untuk memproduksi drama, sinetron, program nondrama dan lain-lain. Ciri-ciri dari kamera ini adalah dilengkapi dengan aksesoris layaknya tripod, crane atau jimmy jib dan kadang dilengkapi terhitung dengan zoom servo (remote pengatur perbesaran gambar), view finder dan terhitung intercom.

Kamera Studio

Kamera Studio adalah kamera yang digunakan untuk produksi-produksi dalam studio televisi. Ciri-ciri kamera ini dapat dicermati dari ukurannya yang besar dan berat. Ukuran yang besar dan juga beban yang berat dari kamera ini ditujukan supaya dikala mengambil alih gambar hasil yang didapat terlalu still (tenang) dan smooth atau halus yang digunakan jasa pembuatan video youtube.

Selain itu kamera ini terhitung dilengkapi dengan zoom servo, pedestal (fungsinya layaknya tripod), view finder dan intercom yang terlalu mungkin PD atau Program Director untuk men-direct kamerawan.

Lensa Kamera

Salah satu yang membedakan dari ketiga tipe kamera terhitung tersedia terhadap lensa yang digunakan. Lensa sebagai anggota mutlak dari kamera nyatanya terhitung dapat berpengaruh terhadap acara tipe apa yang dapat dibuat oleh televisi. Lensa untuk liputan bola berlainan dengan jikalau lensa yang digunakan untuk liputan berita. Maka tipe kamera yang dipakai dapat pakai tipe lensa yang berlainan pula.

1. Lensa Studio

Sebuah lensa yang terkandung terhadap body kamera dimana di dalam lensa ini sudah terkandung pemeriksaan fokus dan zoom dan juga sensor kendali untuk pemeriksaan ekternal.

2. Lensa EFP dan ENG

Sebuah lensa yang terkandung terhadap kamera dimana pemeriksaan zoom dan fokus terpadat atau menempel terhadap badan lensa dengan cara cek disini.

Lensa ini terlalu mungkin pengambilan gambar dengan sistem makro atau ekstrim close up (pengambilan object jarak dekat atau benda-benda kecil).

Studio Camera Mounts

Dalam sistem kerja studio kamera dipasang terhadap sebuah alat yang disebut pedestal. Pedestal adalah dudukan kamera yang dilengkapi dengan tiga buah dolly atau roda, yang dapat digerakan oleh kameraman dengan halus dan tanpa getaran. Ketiga roda atau kemudi di anggota bawah jadi alas tumpuan supaya pedestal dapat diputar pakai itu lingkaran kemudi. Kamera dihubungakan langsung dengan kepala dudukan supaya kamera dapat jalankan gerakan berputar secara horisontal (pan) dan juga dapat pengaruhi sudut penggambilan gambar dari low angle ke high angle (tilt). Kita dapat pengaruhi perihal berikut secara halus dan dapat pula dikunci apabia kami sudah mendapatkan komposisi gambar yang kami inginkan.

Ukuran kamera studio berkurun besar dan membawa berat kurang lebih 45 kilogram tapi dengan pemberian internal counter-weights kameraman dapat dengan ringan menaikan atau turunkan kamera sepanjang telescopic ring-nya tidak terkunci.

Alat Tambahan Pada Kamera Studio

 

Shot Boxes

Pada pemanfaatan kamera studio kerap kami pakai beberapa ukuran gambar yang selamanya dipakai dalam produksi. Salah satu contohnya adalah wide shot, two shot, dan one shot kerap digunakan terhadap acara berita.

Shot Boxes adalah sebuat perangkat elektronik yang dipasang terhadap kamera studio yang dapat mengingat ukuran zoom lensa lengkap dengan ukuran shutter dan fokus. Kameraman dapat sesuaikan semua dengan cuma menekan satu tombol. Dengan perangkat ini sistem kerja dapat makin efisien dan efisien.

 

Absurditas

Begitulah mestinya kamera, ia diperlakukan sesuai manfaat dan kegunaanya. Sama layaknya halnya mobil, truk difungsikan untuk mengangkut barang tengah sedan untuk mengankut orang. Namun di negeri tercinta ini tak jarang kami melihat mobil truk yang digunakan untuk mengangkut orang.

Pun dengan kamera televisi, tak jarang stasiun televisi pakai kamera EFP lebih-lebih kamera ENG untuk kepentingan shooting di studio. Kenapa ini dapat terjadi? Bukankah itu berarti menyalahi manfaat dan kegunaanya tadi? Disinyalir yang jadi biang ini semua ialah tentang budget.

Kamera studio dengan berbagai fitur lengkap itu harganya jauh lebih mahal tinimbang kamera EFP dan kamera ENG. Maka, kamera EFP yang mestinya diperuntukkan dalam memproduksi sinetron atau kamera ENG untuk peliputan berita di lapangan, dipaksa difungsikan dalam pembuatan acara televisi di studio.

Hasilnya pasti saja kurang maksimal. Selain itu dapat jadi pekerjaan tersendiri untuk para operator kamera itu sendiri. Tak semua kamera EFP dapat dikoneksikan dengan CCU atau Camera Control Unit lebih-lebih kamera ENG, berarti untuk menyamaratakan pencahayaan tidak dapat dikontrol dalam satu alat. Jadi tiap-tiap operator kamera perlu mengadjust manfaat iris dan juga color temperature untuk white balancenya.

TV Nasional, TV Lokal, TV Komunitas atau TV Kampus

Seperti diulas di atas bahwa nyatanya lebih-lebih televisi beberapa telelevisi nasionalpun ”hanya” pakai kamera EFP untuk keperluan studio, tapi beberapa besar sebenarnya sudah pakai kamera studio. Sedangkan televisi lokal hampir dipastikan tidak terlalu pakai kamera studio. Sebagian besan lebih-lebih pakai kamera ENG, kamera untuk liputan berita yang dipaksakan untuk kepentingan acara televisi di studio.

Lantas bagaimana dengan televisi komunitas. Nah ini lebih unik lagi, televisi komunitas tersedia yang pakai kamera ENG untuk studio dan lebih-lebih tersedia yang pakai kamera tipe compact layaknya handycam. Demikian terhitung dengan televisi yang basisnya web. Alinea TV yang tayang streaming di internet pakai kamera handycam untuk acara live dialog pun liputan di lapangan.

TV Kampus tak beda jauh dengan televisi komunitas. Kamera yang digunakan umumnya tergantung dari budget yang dialokasikan kampus. Sebagian tv kampus umumnya merupakan anggota dari studio yang digunakan untuk latihan dalam perkuliahan broadcasting televisi. Kamera yang digunakan merupakan kamera ENG.

Era Televisi Digital, Kamera Digital

Puluhan th. teknologi televisi pakai teknologi analog, pesatnya teknologi terhadap abad 21 sudah mengubah segalanya, teknologi analog lambat laun tergantikan oleh teknologi digital. Salah satu kelemahan dari teknlogi analog adalah terbatasnya frekuensi yang tersedia. Begitu pula dengan mutu gambar yang dihasilkan, teknologi digital punyai berlebihan yang jauh disbanding teknologi analog.

Teknologi televisi digital sudah diawali sejak th. 2003 yang dipelopori oleh negara yang punyai pertumbuhan teknologi pesat, Jerman.Dengan kamera digital, masalah kategorisasi kamera berdasarkan peruntukan diatas agak tereliminir. Karena jikalau koalitas kamera ENG banyak yang setara dengan kamera EFP. Saking miripnya lebih-lebih secara hasil dapat jadi tak begitu nampak perbedaan yang mencolok.

Kamera untuk acara World Cup 2010 kemarin sebagai contoh, acara bola yang umumnya pakai kamera Studio, waktu itu pakai kamera EFP dengan sebutan lain kamera untuk kepentingan memproduksi drama. Karenanya Canon XF 305 sebagai kamera EFP mendapat banyak pujian karena output yang di terima para pemirsa terlalu bagus.

Namun hemat penulis, mestinya pemanfaatan kamera itu ideal dengan manfaat dan kegunaanya kalau kelak produsen kamera tak ulang memilah tipe kamera berdasar tipe memproduksi yang dihasilkan.