Fungsi flow meter Lc lainya bisa digunakan sebagai acuan besar kecilnya keperluan udara/ air /steam bersama menyetel valve sehingga mesin yang butuh udara lebih kecil bisa di sesuaiakn alirannya dan begitu terhitung sebaliknya.

Sehingga tidak ada kembali kekuranagan udara/air atau steam untuk mesin2 yang butuh lebih banyak.

Kalibrasi Flowmeter
Mengukur laju aliran (flow measuring) adalah hal yang sering kadang sulit dipahami. Bukan apa-apa. Terkadang andaikata seseorang membuktikan begitu percaya bersama hasil pengukuran laju aliran, justru saat itulah kita mesti mempertanyakan ke-akurasi-annya.

Sebuah instrumen ukur laju aliran yang dibikin begitu canggih memudahkan pembacaan adalah satu sisi, kala bagaimana instrumen itu bisa membuktikan hasil pengukuran secara akurat adalah hal lain, yang sering kadang mirip sekali tidak berkaitan bersama kecanggihannya.

Saya batasi semesta obrolan ini pada cakupan industri obat dan makanan atau sejenisnya. Karena lokasi dan tuntutan rentang ukur dan akurasinya tentu akan beda andaikata kita berkata pada ruang lingkup industri minyak dan gas misalnya.

Baiklah, mari kita coba perlahan-lahan meraba pengertiannya. Namanya mengukur laju aliran, tentunya obyek ukur pastilah sesuatu yang mengalir.

Terminologi ilmiahnya disebut fluida. Bisa bersifat zat gas, cair, atau padat didalam bentuk serbuk. Namanya mengalir, pada dasarnya adalah berapa besar sejumlah zat tadi dipindahkan tiap tiap waktunya.

Nah, saat dia mengalir, maka yang kita ukur adalah seputaran berasal dari tiga pilihan ini, yaitu: Mass flow. Adalah mengukur laju aliran massa tiap tiap waktunya.

Satuannya adalah massa per satuan waktu, andaikata pada proses SI kita mengenal kg/s, kg/jam. Biasanya dipakai untuk besaran laju aliran zat bersifat cair dan padat bersifat serbuk. Volumetric Flow.

Adalah pengukuran laju aliran volume tiap tiap waktunya. Satuan yang umum adalah andaikata liter/menit, m3/jam, CFM (cubic-feet-per-minute). Umumnya dipakai untuk besaran laju aliran udara atau gas, sering kadang terhitung cairan untuk yang encer.

Velocity. Ada terhitung pengukuran yang tidak sampai pada besaran volume, tetapi memadai kecepatan alirannya saja. Menggunakan satuan panjang per waktu, bisa m/dtk, m/jam.

Instrumen laju aliran di industri obat makanan, kebanyakan bisa berada di lokasi high-product-risk, merupakan alat ukur yang berkaitan bersama formulasi pada proses produksi, terlebih pada memproses kontinu.

Sementara lebih dari satu terhitung bisa menjadi kategori high-process-risk, terlebih di cakupan fasilitas penujang kritis, semisal berkaitan flow udara HVAC, laju aliran purified water bahan baku didalam pipa, dan sebagainya.

Dari perspektif instrumen ukur sendiri, teknologi kala ini bisa memberikan opsi banyak variasi cara penginderaan laju aliran ini. Yang konvensional merupakan generasi pertama penginderaan laju aliran ini bersama metode mekanik, yakni memakai turbine-rotor (roda-berputar) untuk pengukuran cairan, dan vane (kipas) untuk pengukuran udara/gas.

Yang kemudian berkembang adalah metode non-mekanik, yang banyak dijumpai pada instrumen ukur laju aliran, semisal dengan: thermal-hot-wired (udara), electro-magnetic (cairan konduktif), coriolis (cair dan serbuk), dan ultrasonic (cair).

Sebelum berkata lebih jauh perihal kalibrasi, hal yang utama untuk menanggung akurasi pengukuran pada operasional penggunaan adalah kesesuaian didalam penentuan instrumen!.

Hal ini mencakup instrumen bersama metode ukur apa yang cocok dan rentang pengukurannya.

Yang konvensional sesungguhnya relatif aman, tetapi menuntut konsekuensi mesti baik didalam pemeliharaan dan kalibrasinya. Sementara kita mesti hati-hati didalam pilih yang non-konvensional, terlebih andaikata kita membelinya secara terpisah bukan anggota berasal dari total sistem.

Misalnya pilih metode ukur electro-magnetic untuk mengukur laju aliran minyak tentunya kurang tepat. Adalagi semisal pilih alat ukur coriolis untuk mengukur laju udara yang bisa dipastikan akan memberikan angka ketidakpastian ukur yang besar.

Perlu diperhatikan terhitung andaikata keperluan instrumen ini merupakan anggota berasal dari proses memproses pada station formulasi secara kontinu.

Bila perhitungan formulasi salah satu komponen cair andaikata didalam satuan massa, maka sebaiknya intrumen yang dipilih adalah yang berbasis pengukuran mass-flow.

Atau sebaliknya andaikata semisal pada formulasi pelarut air diisikan bersama ukuran volume secara kontinu, maka sebaiknya bersama instrumen volumetric-flow. Dengan maksud untuk kurangi sumber ketidakpastian konversi perhitungan berat style tentunya.

Memilih rentang yang tepat terhitung mesti diperhatikan. Semakin lebar kebolehan rentang ukur instrumen sesungguhnya sering kadang memberikan flexibilitas yang lebih.

Tapi mesti diingat, jadi lebar rentang kebolehan ukur akan turunkan karakter ke-akurasi-an dan ke-presisi-an. Silahkan browse artikel aku terdahulu perihal akurasi dan presisi untuk lebih jauh memahaminya.

Contoh lain petimbangan rentang yang tepat untuk sebuah pengukuran operasional spesifik adalah, fakta di mana sebuah alat ukur tidak senantiasa membuktikan kebolehan kinerja alat yang mirip di sepanjang rentang ukurnya.