Memulai bisnis penjualan terkadang sulit. Jika Anda tidak terampil dan kreatif, maka Anda tidak bisa menjual sama sekali. Dan yang paling ditakuti adalah kebangkrutan.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa berjualan. Semua hal ini memiliki ilmu pengetahuan dan Anda pasti bisa mempelajarinya. Kembali saja, tergantung keberhasilan yang ingin Anda pelajari.

Di sini saya akan membagikan beberapa tips untuk Anda yang ingin belajar berjualan atau yang baru mulai berjualan. Simak tipsnya…

1. Riset Produk

Kalau mau jualan harus punya produknya dulu kan? Baik dalam bentuk jasa atau barang, Anda bisa memilih sendiri. Jadi, mengapa Anda membutuhkan riset produk? Jika ingin menjual, harus melihat produk apa yang bisa dijual dengan baik, disukai banyak orang, dan prospek kedepannya bisa meningkat.

Jangan asal memilih produk yang menurut Anda bisa dijual tanpa data. Eligi! Anda menjual orang lain, bukan untuk diri Anda sendiri. Coba dulu, misalnya kalau jual jam tangan lihat di mana jualnya, kompetitornya tidak banyak, jadi target audiensnya tidak banyak.

Anda sedang membutuhkan pinjaman online bunga rendah? Bisa kunjungi ringan.co.id

Jika ini adalah layanan, Anda juga dapat melakukan ini. Misalnya mencukur rambut, Anda bisa membuka toko di daerah yang cukup padat tetapi tidak ada tukang cukur. Jadi ada berbagai aspek untuk menentukan produk mana yang akan Anda jual. Jadi jangan asal pilih saja.

2. Tentukan Target Market

Apakah Anda ingin menjual produk tetapi Anda tahu target audiens Anda? Misalnya, Anda mungkin tidak dapat menjual mobil Ferrari kepada orang yang membayar bulanan kurang dari 3 juta. Tentu saja Anda akan menemukan orang-orang yang memiliki penghasilan hingga ratusan miliar, dan Anda dapat menemukan banyak di kompleks perumahan elit dan megah.

Ini juga berlaku untuk apa pun yang Anda jual. Tentukan target pasar Anda, apa yang Anda jual dan kepada siapa. Anda bisa menjual pakaian bayi, lalu siapa target bayinya? Ya dan tidak, tentu saja untuk orang tua. Anda bisa menawarkan pakaian bayi untuk orang tua yang masih memiliki bayi. Jadi Anda perlu menentukan target pasar yang tepat, sesuai dengan apa yang Anda jual.

3. Iklan

Paling praktis dan bisa menjangkau banyak orang dengan iklan online. Iklan itu sendiri bisa berbayar atau gratis. Contoh iklan berbayar adalah google ads, facebook ads, instagram ads, tick ads dll. Sedangkan gratis seperti board, instagram, facebook, tiktok dll.

Namun bukan berarti iklan offline tidak efektif. Anda tetap bisa menulis postingan menarik di toko Anda, seperti “Jangan lihat ke kiri, ada sate yang enak”. Jadilah sekreatif dan semenarik mungkin untuk melibatkan publik dalam tampilan 3-5 detik.

4. Gunakan Sosial Media

Sekarang memiliki banyak pengguna media sosial dan Anda harus lebih mudah menempatkan produk dan mendapatkan pelanggan potensial.

Anda tinggal memilih target pasar yang paling aktif di media sosial? Misalnya Anda menjual sepatu, dan target pasarnya adalah anak muda. Anda dapat memposting konten tentang barang yang Anda jual di Instagram atau TikTok. Atau pasar facebook juga.

Selain itu, ada ilmu penting dalam berjualan yaitu Berbagi Berbagi, Menjual Nanti. Ya, menjual media sosial tidak hanya harus berupa produk, tetapi Anda juga dapat memposting konten edukasi yang terkait dengan produk Anda. Hal ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan akun media sosial dan meningkatkan arus pelanggan potensial (traffic).

5. Jualan di MarketPlace

Ini memiliki banyak pasar seperti Facebook, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Lazada dll. Anda dapat memilih salah satu untuk menjual produk Anda.

Jika Anda berjualan di pasar, Anda perlu mencari kata kunci yang bisa dijadikan judul produk. Misalnya, jika Anda menjual obat penumbuh rambut, namanya hairgo (merek aneh).

Misalnya Anda juga perlu memasukkan “pengering rambut obat rambut” sehingga ketika orang mencari produk rambut tumbuh Anda juga dapat memasukkan pencarian. Ini bisa menguntungkan jika produknya belum kuat dan tidak dikenal banyak orang.

Selain itu, foto produk harus asli dan bagus. Hal ini berguna untuk menarik perhatian calon pembeli dan meningkatkan kepercayaan mereka kepada kami.

6. Simpan Data Pelanggan

Ini sebenarnya sangat penting dan Anda harus melakukannya. Jika ada pelanggan yang menghubungi Anda, dari iklan atau dari pasar. Anda perlu menyimpan data kontak Anda. Tutup atau tidak, Anda tetap harus menyimpan.

Nopo nopo Karena ini nanti bisa jadi merupakan prospek yang masih memiliki kemungkinan untuk ditutup. Anda dapat merekam atau hanya menyimpan nomor di ponsel Anda.

Selain itu, ada trik kecil untuk membuat pelanggan ingin menyimpan nomor Anda, yaitu Anda harus memberikan nomornya terlebih dahulu, dan jika Anda dipanggil, Anda juga harus menyelamatkan calon pelanggan.

Jika Anda berjualan melalui WA, ini bisa menjadi keuntungan, karena dengan menyimpan satu nomor di atas yang lain, Anda nantinya bisa melihat status lainnya.

7. Follow Up

Follow up adalah caramu mengajak pelanggan untuk membeli produkmu. Kamu harus bisa seramah mungkin kepada pelanggan, mulai dari chat maupun telpon hingga saat ketemu langsung.

Kamu bisa menawarkan keunggulan produkmu dan manfaat apa yang bisa pelanggan dapatkan dari produkmu. Ini juga bisa kamu lakukan ke pelanggan yang belum closing.

Bisa chat atau telpon langsung, maupun kamu buat story/status di WA (efek saling simpan nomor) dengan memasang produk yang kamu jual, keunggulannya serta manfaatnya. Ingat! Ramahlah pada pelanggan dan jalin keakraban serta kepercayaan.

8. Testimoni Pelanggan

Dengan testimoni, Anda dapat meningkatkan kepercayaan calon pelanggan sehingga mereka dapat membeli barang di toko Anda. Mintalah testimoni dari pelanggan yang puas dengan produk Anda dan bisa Anda manfaatkan agar bisa diposting dengan baik di iklan dan konten media sosial.

9. Pasang Alamat Tokomu di Google Map

Jika Anda memiliki toko, Anda dapat melakukan ini. Hal ini dapat membuat toko Anda lebih dikenal dan memudahkan pelanggan untuk datang ke toko Anda.

Tentunya Anda membutuhkan riset kata kunci yang bisa Anda dukung. Misalnya, jika Anda menjual peralatan memancing, Anda dapat menambahkan “Toko Peralatan Memancing” di depan nama toko.

10. Pelayanan yang Ramah

Menjual bukan berarti menjual, tetapi Anda juga perlu menjaring pelanggan. Oleh karena itu, bersikaplah ramah dengan pelanggan Anda, sambut mereka dengan senyuman saat pelanggan datang. Kalau jualan online tetap harus ramah walaupun tidak bertatap muka.

Karena keramahan dapat meningkatkan rasio penutupan penjualan. Dari pertemuan hingga pelanggan memproduksi atau mendapatkan produk, Anda perlu dilayani dengan ramah. Terlepas dari keluhan, keramahan dan solusi harus tetap menjadi prioritas.

Oke, itulah beberapa tips yang bisa saya sampaikan. Sebenarnya masih banyak tips yang bisa dipelajari dari penjualan dan bisa Anda dapatkan dari berbagai sumber. Saat berjualan, jangan mudah menyerah, semangat, ramah dan kreatif. Semoga Bermanfaat.