Digstraksi Seringkali kita menjumpai sebuah artikel yang ditampilkan pada halaman pertama mesin pencarian google. Pasti kalian semua penasaran bagaimana cara untuk bisa menjad artikel yang seperti itu.  Bagi Anda yang saat ini mencari dunia periklanan terkomputerisasi dan membutuhkan artikel di situs mereka untuk muncul di halaman utama Google.

Pembicaraan berikut tentang cara membuat artikel menarik yang disukai Google mungkin merupakan pengaturan terbaru yang dapat digunakan sebagai sumber perspektif. Ada banyak manfaat jika komposisi kami menemukan cara mengatur halaman awal Google, termasuk mendapatkan potensi kunjungan yang lebih menonjol, peningkatan keuntungan yang signifikan, hingga nama situs yang lebih terkenal.

Karena popularitas yang berkembang dari panggilan blogger dan pembangkit tenaga listrik, orang Indonesia semakin berlomba untuk mencari cara membuat artikel agar mereka dapat muncul di halaman utama Google. Tak terkecuali para pelapak yang terputus, yang mulai melebarkan sayap bisnisnya ke ranah online. Nah, agar tidak semakin penasaran dengan tips membuat artikel menarik seperti yang tertera pada pedoman Google, sebaiknya langsung saja kita simak fokus pembahasannya.

  1. Memanfaatkan Teknik Piramida Terbalik

Prosedur penulisan ini adalah salah satu keuntungan yang jelas yang biasanya digunakan oleh kolumnis untuk menulis berita yang didistribusikan melalui situs atau media online. Dengan tujuan agar pesan yang disampaikan lebih mencolok bagi jiwa pembaca, data dasar biasanya disusun menjelang awal bagian. Kemudian, selanjutnya di bawahnya ditambahkan data ilustrasi dan juga kalimat tambahan untuk menutup substansi berita.

  1. Tambahkan Judul Bertingkat (H1,H2,H3, dan seterusnya)

Apakah Anda pernah menggunakan sub-going untuk meningkatkan keberadaan zat saat membersihkan konstruksi artikel? Jika sudah, Anda bisa menghindari poin ini dan melanjutkan ke poin berikutnya. Namun, jika Anda belum pernah melakukannya atau bahkan tidak mengenal istilah Heading, maka untuk itu Anda harus memperhatikan percakapan pada poin nomor dua kali ini.

Menurut beberapa sumber, Heading dan Sub-heading merupakan salah satu batasan yang digunakan robot web crawler Google untuk merencanakan isi situs/blog yang Anda awasi. Label heading sendiri dikenal dalam tingkatan angka, mulai dari Heading 1 (H1), Heading 2 (H2), Heading 3 (H3), …, dst. Secara umum, label H1 berfungsi sebagai penanda judul situs atau judul artikel secara alami. .

Sementara itu, Pos 2 (H2) hingga H4 sebagai aturan harus ditambahkan secara fisik ke fokus dalam artikel yang dianggap penting. Misalnya, ketika Anda menulis artikel latihan instruksional seperti ini, gunakan judul 2 (H2) untuk menggarisbawahi slogannya yang mendasar. Kemudian, pada saat itu Pos 3 (H3) digunakan sebagai penanda untuk area yang lebih eksplisit yang dipisahkan oleh angka 1,2,3, dst.

Menurut penelitian Search Engine Optimization (SEO), jumlah heading tidak bisa sembarangan. Heading 1 seharusnya hanya satu untuk setiap halaman, sedangkan Heading 3 (H3) harus dicoba lebih dari Heading 2 (H2). Oleh karena itu, pembangunan situs akan terlihat lebih terkoordinasi baik menurut Google dan pembaca.

  1. Susun Kata Kunci Menuju Awal Paragraf

Menambahkan semboyan di awal paragraf sebenarnya sudah tidak rahasia lagi dalam masalah bagaimana membuat artikel yang disukai Google. Namun, teknik ini masih sangat menarik dalam membantu meningkatkan situasi pada indeks web.

  1. Sisipkan Gambar yang Berhubungan Dengan Tema Artikel

Memang, menambahkan gambar atau penggambaran pada artikel adalah salah satu cara untuk membuat karya Anda lebih disukai oleh Google. Selain itu, representasi artikel Anda juga menjadi lebih hidup dan tidak membosankan dengan semua pesan.

Kehadiran gambar dan representasi yang luar biasa dalam sebuah artikel juga dapat menjadi pendukung lalu lintas yang diharapkan karena Google menyimpan dokumen di halaman pencarian gambar. Dengan cara ini, jika Anda memiliki minat fotografi, tidak ada salahnya untuk memerlukan beberapa investasi untuk secara eksplisit mengejar stok foto sebagai bahan artikel.

  1. Perkenalkan Tautan Internal

Google benar-benar menikmati situs yang memiliki sedikit bob rate. Skip rate adalah nilai yang digunakan untuk mengukur seberapa sering kekuatan tamu yang baru saja membuka satu halaman tertentu dan kemudian meninggalkan situs tanpa mencoba membuka halaman lain. Misalnya, ada tamu yang membaca artikel atau membuka landing page.

Mau tidak mau tamu akhirnya memilih untuk menutup halaman tanpa membuka artikel/koneksi lain. Dengan menetapkan hubungan batin dalam artikel, tamu secara positif memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melihat hubungan ke berbagai artikel yang masih berlaku. Selanjutnya, tingkat Pentalan situs Anda akan lebih sederhana dan lebih dihargai melalui alat pencarian web seperti Google.