Buat para calon jamaah umrah serta haji, banyak hal yang butuh diketahui saat sebelum berangkat ke Tanah Suci. Salah satunya yakni mengenai miqat. Apa itu miqat?

 

Mengutip buku “Tuntunan Manasik Haji serta Umrah” yang diterbitkan oleh departemen Agama RI, miqat yakni tempat maupun periode yang diresmikan oleh Nabi  Muhammad SAW selaku pintu masuk untuk mengawali haji maupun umrah. Sehabis mengambil miqat, jamaah menuju Baitullah serta mulai sah hambatan ketika berpakaian murni.

 

Ada 2 jenis miqat, ialah:

Miqat Zamani

Miqat zamani yakni pemisah periode melangsungkan haji, yang diawali semenjak bertepatan pada 1 Syawal sampai terbit subuh pada bertepatan pada 10 Dzulhijjah. Miqat zamani yakni keputusan periode guna melangsungkan ibadah haji. Sedangkan, guna umrah, miqat zamani berlaku sepanjang tahun.

Miqat Makani

Miqat makani yakni pemisah tempat guna mengawali murni haji maupun umrah. Pengertian yang ada mampu serta berarti keputusan tempat di mana satu orang jamaah patut mengawali keinginan haji maupun umrah. Urutannya, jamaah melaksanakan miqat hinggani di letak yang sudah didetetapkan dengan berbusana ihram, terus melaksanakan   kebiasaan 2 rakaat di letak miqat, menyebut keinginan, serta bertolak menuju  Mekkah guna melaksanakan thawaf serta sa’i.

Terdapat 5 tempat yang menjadi letak miqat makani. Kelima tempat ini ditetapkan oleh Rasulullah SAW selaku tempat miqat guna berhaji/umrah buat masyarakat serta tiap orang yang melewatinya meski bukan penduduk setempat.

Masing-masing jamaah dari bermacam negeri memakai lokasi tertentu selaku tempat miqat makani, disesuaikan dengan dari mana ia berasal. Begitu pula dengan jamaah Indonesia. Terlihat letak-letak miqat yang lazim dibubuhkan oleh jamaah haji/umrah asal Indonesia.

 

Di mana saja letak miqat makani?

 

5 Tempat Lokasi Miqat Makani

1. Zulhulaifah (Bir Ali)

Bir Ali menjadi tempat miqat buat penghuni Madinah serta yang melewatinya. Jemaah haji asal Indonesia biasanya miqat di Masjid Zulhulaifah (Bir Ali) yang terletak 9 km dari Madinah.

2. Juhfah

Juhfah terletak dekat 183 km di arah barat laut Mekkah. Posisi miqat ini lazimnya digunakan  jamaah dari Syria, Yordan ia, Mesir serta Lebanon.

3. Qarnul Manazil (as-Sail)

Posisi Qarnul Manazil (as-Sail) di dekat wilayah pegunungan Taif, dekat 94 km di timur Makkah. Umumnya, titik miqat ini selaku letak miqat buat jamaah dari Dubai.

4. Yalamlam

Yalamlam berada di arah tenggara Mekkah, dengan jarak kurang lebih  92 km. Ini yakni letak miqat buat jamaah dari Yaman serta mereka yang dengan arah yang sama, serupa jamaah dari India, Pakistan, China, serta Jepang. Massa haji Indonesia yang mengambil miqat ketika perjalanan di pesawat lazimnya digeluti saat pesawat mendekati Yalamlam/Qarnul Manazil.

Kru pesawat akan mengumumkan apabila pesawat telah akan melintas di atas Yalamlam/Qarnul Manazil. Bila mengambil miqat di pesawat, maka jamaah diusulkan cepat berpakaian ihram  serta menjalankan keinginan haji/umrah di dalam batin serta mengucapkan nya dengan lisan.

5. Zatu Irqin

Lokasi miqat ini berjarak dekat 94 km di arah timur laut Mekkah. Umumnya, dibubuhkan selaku letak miqat jamaah dari Iran serta Irak maupun yang dengan arah yang sama.

 

Lokasi Miqat Jemaah Haji Asal Indonesia

Ada beberapa letak miqat makani buat jamaah asal Indonesia, tergantung pada gelombang keberangkatan .

– Jemaah haji gelombang I yang turun di Madinah akan mengambil miqat di Bir Ali (Zulhulaifah).

– Jemaah haji gelombang II yang turun di Jeddah ada beberapa opsi mengambil miqat, ialah:

1. Dapat di asrama haji embarkasi;

2. Di dalam pesawat saat pesawat melintas saat sebelum maupun di atas Yalamlam/Qarn al-Manazil;

3. Bandara  King Abdul Aziz, Jeddah. Bandara King Abdul Aziz  dijadikan lokasi miqat sesudah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa  pada 28 Maret 1980 mengenai legalitas Bandara Jeddah selaku tempat miqat. Fatwa ini dikukuhkan kembali  pada 19 September 1981.

 

Yang Wajib Diperhatikan ketika Mengerjakan Miqat Makani

Buat jamaah haji/umrah asal Indonesia, berikut beberapa perihal yang patut dicermati ketika miqat:

– Miqat di Bir Ali digeluti saat sebelum bertolak ke Mekkah. Semua jamaah telah menggunakan busana ihram. Buat jamaah laki-laki, mereka perlu  melepas seluruh pakaian dalam sebelum bergerak dari hotel serta berpakaian ihram  mengarah Zulhulaifah/Bir Ali. Memakai pakaian ihram juga  mampu dilakukan di lokasi miqat.

– Melangsungkan shalat sunah ihram sejumlah 2 rakaat di Bir Ali. berikutnya, jamaah berniat ihram umrah/haji. Niat disampaikan  dalam hati  dan mengucapkan dengan cara lisan. Bagi jamaah wanita yang selagi datang bulan maupun jamaah yang sakit, mereka mampu bernazar ihram umrah maupun haji di dalam bis.